Click 3

Showing posts with label pemerintah. Show all posts
Showing posts with label pemerintah. Show all posts

Friday, 23 August 2013

Akhirnya... Cinta Sejati



Seperti yang telah kita ketahui, para bankir mengumpulkan uang bebas yg dimiliki masyarakat dlm bentuk deposit/tabungan, kemudian meminjamkan uang tersebut pada orang2 yg kepepet dan pemerintah, lalu menarik bunga....
Keuntungan yang diperoleh dari bunga kadang bisa ribuan kali dari jumlah uang tabungan yang dikumpulkan. Semua keuntungan yang besar ini masuk ke kantong para bankir....
Ini berarti bahwa golongan perbankan lah yang “terkaya” dlm perekonomian dunia. Merekalah “rojo koyo” di dunia ini. Karena mereka bisa memberikan hutang pada siapapun yang membutuhkan, asal ada jaminan untuk disita.... Bahkan mereka sangggup memberi pinjaman kepada negara, dan jaminannya adalah rakyat.....
Dan, semua itu memanfaatkan uang kita. Oleh karena itu lah pertanyaan berikut ini sangat beralasan....

  • Mengapa masyarakat memberikan uang bebas mereka kepada "bank yg licik" dan menjadikannya perantara.....?
  • Mengapa kita mempertahankan perbankan yang keterlaluan.....? Padahal katanya mendukung kepentingan kita.....?

Jika saja masyarakat saling memberikan uang bebas mereka TANPA PERANTARA, maka kita semua akan memperoleh peningkatan kesejahteraan.
Keuntungan besar yang saat ini selalu dimiliki oleh bank akan diberikan kepada masyarakat secara langsung & kita semua akan memperoleh kebebasan finansial. Pengelolaan kapital bebas ini akan memberikan peluang yg tak terbatas bagi masyarakat....
Oleh karena itu, pada bulan Juni 2012 Sistem Unik MMM diciptakan untuk mengelola uang bebas yg ada dalam masyarakat tanpa perantara. Dalam sistem MMM digunakan mekanisme dan sarana yang lebih baik daripada yang digunakan oleh perbankan.
Akhirnya kita menemukan cinta sejati kita..... :-)   ALHAMDULILLAH......
Ada perbedaan mendasar antara MMM dengan bank.
MMM
Bank

-   MMM didirikan dengan tujuan untuk memperkaya partisipan.
(Bertujuan untuk mempertebal kantong bersama)



-   Semua partisipan mendapatkan profit.

-   Sistem MMM membuat orang2 menjadi penguasa dari uang dan hidup mereka sendiri.

-   Memerdekakan dan mensejahterakan masyarakat dengan sistem uang bantuan

-   MMM menghapus riba

-     Bank didirikan dengan tujuan untuk memperkaya para bankir dengan memanfaatkan uang bebas depositor.
(Bertujuan mempertebal kantong bankir)

-     Seluruh profit bank masuk kantong para bankir.

-     Bankir lah yg menentukan aturan main dan mengendalikan populasi uang.

-     Memperbudak dan mengeruk kekayaan masyarakat dengan sistem uang hutang

-     Bank sumber utama riba dan menyuburkan riba





Setelah anda tahu kelakuan pemerintah dan bank yang seperti itu, sekarang jawab pertanyaan berikut ini ....  
“Apakah bank benar2 diperlukan.....? "
Jika setelah mengetahui ini semua, lalu anda mendengar "kebohongan" lagi dari para penguasa atau media massa, Silahkan pikir...., sistem manakah yang merupakan jebakan dan penipuan yang licik.... MMM atau Bank yang selama ini direstui oleh pemerintah.... ?

Cinta Gila



Sebenarnya dapat kita lihat, dari siklus cinta segitiga yang berat sebelah tersebut.... Dalam hubungannya antara pemerintah dengan rakyat, bank hanyalah sebagai PERANTARA untuk MENGUMPULKAN UANG BEBAS yang ada di masyarakat. Namun justru dia lah yang mengeruk keuntungan tak terbatas sepanjang masa dari percintaan tersebut......
Dan jika bank dihilangkan dari siklus itu pun, ternyata tidak ada masalah. Justru akan terjalin hubungan cinta gila antara pemerintah dan rakyat, tanpa pihak ketiga & tanpa perantara.... Karena sebenarnya rakyat bisa mencetak dan mengumpulkan uang bebas mereka sendiri, lalu meminjamkannya kepada pemerintah....
Lho kok rakyat yang mencetak uang.... ?
Karena pemerintah kan tidak mau repot2 mencetak uang.... dia kan lebih memilih berhutang daripada mencetak sendiri...., buktinya selama ini dia malah memberikan kekuasaan itu kepada pihak bank.... lalu dia berhutang kepada bank dan menyuruh rakyat membayarnya....
Lalu dengan cara apa rakyat mencetak uang....?
Tentu saja rakyat bisa membentuk suatu Lembaga Masyarakat sebagai pengganti bank. Suatu lembaga yang bertugas mencetak uang kertas serta mengumpulkan uang bebas yang ada di masyarakat.... dan keuntungan dari lembaga ini dibagikan secara merata kepada seluruh masyarakat....
Dan.... tugas pemerintah kan mudah, cukup membuat UU untuk menghapus UU 13/1968, lalu mememberikan kekuasaan untuk mencetak uang kepada lembaga masyarakat tersebut.... dan pemerintah tinggal berhutang kepada lembaga masayarakat ini....    beres tow....   enak tow... gitu aja kok repot....
Jadi..... uang bebas yang terkumpul di Lembaga Masyarakat tersebut dihutangkan kepada pemerintah. Lalu pemerintah membelanjakan uang tersebut sebagai gaji pegawai pemerintahan dan berbagai proyek pembangunan pemerintah....
Trus nanti masyarakat bayar pajak tuk bayar hutang pemerintah + bunganya kepada lembaga masyarakat tersebut.... trus keuntungannya dibagikan ke rakyat lagi... Trus oleh rakyat uang bebas itu dikumpulkan lagi dan dipinjamkan lagi ke pemerintah.... Trus.... trus..... trus.....  Muter2 tow.....
Edan tow...... suatu siklus gila yang tiada duanya di dunia ini.....
Beginilah jadinya cinta gila pemerintah dengan rakyat.... hanya muter2 uang hutang.... bisa jadi judulnya nanti “Sistem Kopi Kucing II”.... :-)
Jadi, siapakah yang kaya sebenarnya....? Bank, pemerintah, atau rakyat...?
Pintar sekali.....
Rakyatlah yang kaya, karena rakyatlah yang mempunyai kekayaan riil.... bank hanya menjadi perantara yang mengumpulkan kekayaan rakyat, sedang pemerintah hanya bisa berhutang dan menarik pajak dari rakyat......
Kalau begitu mengapa harus ada bank....?
Mengapa harus ada hutang pemerintah....?
Mengapa harus ada pajak....?
Mengapa harus ada cinta segitiga seperti itu....?
Mengapa ...... ?
Dan dari berbagai cinta tersebut..., mulai dari cinta segitiga, cinta terlarang, dan cinta gila...., semuanya memiliki inti permasalahan yang sama, yaitu HUTANG + BUNGA..... hubungan cinta yang ada hanyalah berdasarkan hutang.... bank untung, pemerintah linglung, rakyat buntung....
Ya... selama sistem keuangan yang digunakan adalah sistem kopi kucing - sistem riba uang hutang -,  maka apapun yang kita lakukan akan tetap menimbulkan permasalahan yang sama pula.... yaitu HUTANG YANG ABADI....
Karena sebagaimana yang telah kita ketahui, ternyata sistem uang hutang tersebut didesain oleh para bankir yang ingin memperbudak masyarakat.... dan tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan memperbudak dan mengeruk kekayaan dari rakyat..... bukan menciptakan kesejahteraan bersama.... bukan demi kebaikan seluruh umat manusia.....
Selama sistem kopi kucing tersebut masih digunakan..., DIJAMIN sampai kapanpun rakyat tidak akan pernah merdeka dan sejahtera.....
Sekali lagi.... WANI PIRO...!!!

Cinta Terlarang



Jika di perhatikan dari perjalanan sejarah yang ada hingga hari ini.... ternyata pemerintah telah lama membina hubungan mesra cinta terlarang dengan perbankan.... pemerintah benar2 telah mengkhianati cinta rakyatnya yang tulus ini.....
Pemerintah telah memberikan restu kepada bank untuk mencetak uang kertas lalu menghutangkannya kepada pemerintah & rakyat..... padahal bank tersebut milik Indonesia juga, mengapa uang yang dicetaknya tidak diberikan secara gratis saja kepada pemerintah, ga pakai hutang.... sehingga rakyat ga perlu dibebani hutang abadi yang tidak perlu.....
Ternyata pemerintah lebih mencintai bank daripada rakyatnya yang setia ini.....
Sakit hatiku..... :-(
Bayangpun coba..., pemerintah yang dulunya cinta kepada rakyatnya, dan menunjukkan rasa cintanya dengan menggunakan UU 24/1951 guna menasionalisasi De Javasche Bank NV milik Belanda. Lalu dengan UU 11/1953 namanya diubah menjadi Bank Indonesia, yang bertugas mencetak uang kertas dan memberikannya secara gratis kepada pemerintah. Sehingga tidak perlu ada hutang nasional untuk dibebankan kepada rakyat....
Namun cintanya telah pudar semenjak diberlakukannya UU 13/1968 yang menghapus seluruh keputusan cinta dari pemerintah kepada rakyat, termasuk UU 11/1953.... :-(
UU tersebut bisa anda download DISINI.
Sehingga mulai saat itu, kalau butuh uang, pemerintah harus berhutang kepada BI...., Mulai saat itu pula pemerintah telah mencekik leher rakyat dengan cintanya kepada bank, serta memberikan hutang yang abadi kepada rakyatnya....
Seluruh hutang + bunga tersebut dibebankan kepada rakyat yang dulu pernah dicintainya.....
Putus sudah cinta pemerintah kepada rakyatnya.....  Semenjak itu pula, cinta seluruh rakyat yang setia kepada pemerintah ini selalu dibalas dengan dusta.....
Sekali lagi.... Sakit hatiku..... :-(
Mengapa pemerintah mengkhianati rakyat dan berhutang kepada bank, padahal pemerintah lah yang memberi ijin bank untuk mencetak kertas bergambar pahlawan tersebut.... ?
Mengapa tidak diberikan gratis saja.....? mengapa harus berhutang......?
Mengapa....... ?
Sudah cukup sudah.... Biarlah ku bernyanyi untukmu wahai pemerintah.....
Inikah caramu membalas cintaku
Kau nodai cinta yang kuberi
Inikah caramu membalas sayangku
Kau lukai sayangku untukmu
Teganya kau menari di atas tangisanku
Kau permainkanku sesuka hatimu
Sudah, cukup cukup sudah
Cukup sampai disini saja
.............
......