Click 3

Showing posts with label uang kertas. Show all posts
Showing posts with label uang kertas. Show all posts

Thursday, 22 August 2013

Transfer Kekayaan



Jadi, pada dasarnya mata uang yang dikeluarkan berdasarkan sistem uang hutang, merupakan alat untuk mentransfer kekayaan yang sesungguhnya. Transfer dari sektor riil ke sektor finansial. Transfer dari orang2 produktif seperti anda semua ke para penguasa oligarki dan tirani....
Btw.... oligarki adalah kekuasaan yang dipegang oleh sekelompok kecil orang tertentu. Tirani adalah kesewenang wenangan penguasa.....
Sekarang dapat kita ketahui bahwa kita pun dikuasai oleh para oligarki dan tirani. Bukan kapitalis, bukan sosilalis, bukan demokratis, bukan yang lain....  Itu semua hanyalah topeng untuk menutupi oligarki dan tirani yang sebenarnya.... Merekalah penguasa sesungguhnya dibalik semua itu....
Dan, setiap negara dipimpin oleh suatu pemerintahan. Namanya saja “pemerintah”, jadi mereka itu maunya pasti memerintah rakyatnya, bukan menyejahterakan.... Kesejahteraan rakyat itu urusan belakangan, yang penting perintah dilaksanakan.... Coba kalau namanya “penyejahteraan”, pasti akan lain ceritanya... J
Dan kita tidak akan pernah benar2 merdeka, selama kita dikuasai oleh sistem uang hutang.....

Seperti itulah struktur piramida sistem uang hutang. Kita, masyarakat berada di paling bawah piramida. Dan kekayaan riil yang ada di masyarakat di transfer ke tangan para oligarki dengan menggunakan mata uang melalui pemerintahan dan perusahaan....
Pemerintah mereka gunakan untuk membuat hukum sesuai dengan kepentingan mereka serta mensahkan tindakan mereka yang kejam itu.... Dan perusahaan mereka gunakan untuk mengeruk kekayaan sebanyak mungkin......
Jadi, bukan hanya memperbudak masyarakat...., tapi pemerintah dan perusahaan pun juga mereka gunakan sebagai alat untuk memperbudak kita semua.....

Kepercayaan Yang Tertipu



Selama ini kita telah memberikan kepercayaan yang luar biasa besar kepada orang2 yang telah menipu dan merampas kekayaan riil kita dari generasi ke generasi.... hingga detik ini....
Selama ini kita telah diperbudak, tapi merasa bebas dan justru menyetujui perbudakan itu....
Dengan apa kita menyetujui perbudakan itu....?
Kita menyetujui perbudakan itu dengan mempercayai bahwa mata uang itu adalah uang yang sesungguhnya. Dari generasi ke generasi kita mempercayai hal itu dan tak pernah mempertanyakannya.....
Mata uang sebenarnya tidak punya nilai sama sekali..... Kertas tersebut hanya menjadi bernilai karena kepercayaan kita padanya, karena kita mau menggunakan kertas tersebut sebagai alat tukar.... sehingga dengan mudahnya kita dipecah belah dan dipaksa berkompetisi dalam pekerjaan untuk mendapatkannya.... padahal mereka tinggal ngeprint saja....
Jadi pekerjaan dan kepercayaan masyarakat terhadap kertas tersebutlah yang membuatnya bernilai....  
Kepercayaan masyarakat yang tidak tahu menahu itu lah yang dimanfaatkan oleh tuan2 kita untuk memperbudak kita semua. Dan mereka, sebisa mungkin akan menjaga agar masyarakat tetap tidak tahu.... agar kau dan aku dapat dengan mudah untuk ditipu dan diperbudak.... selamanya....
Tanpa kepercayaan masyarakat, lenyap sudah nilai dari kertas tersebut.....
Bayangkan, jika di Indonesia ini atau bahkan seluruh dunia tak seorangpun mau melakukan transaksi jual beli dengan kertas tersebut. Dan masyarakat hanya mau melakukan transaksi dengan koin emas dan perak. Meskipun pemerintah memaksakannya dengan menetapkan hukum bahwa kertas itu adalah alat pembayaran yang sah, jika masyarakat tetap tidak mempercayainya....
Apa yang akan terjadi....?
Pastilah perbankan tidak bisa memperbudak kita lagi. Karena mereka tidak mungkin bisa ngeprint koin emas dan perak. Dengan catatan, kita tidak menyimpan koin emas & perak kita di bank....

Terjebak Dalam Sistem



Dapat kita lihat, dalam kehidupan ini kita memang sudah terjebak dalam sistem keuangan tersebut.
Coba anda bayangkan, jika posisi “aku” dalam contoh diatas diganti dengan perbankan, dan posisi “kamu” diganti dengan masyarakat. Lalu stock adalah seluruh uang yang ada dalam peredaran.
Bayangkanlah...... pikirkanlah........... renungkanlah..................
Sudah dapat gambaran.......?
Ya..., perbankan melalui pemerintahan dan seluruh perusahaan yang didukungnya telah memperbudak kita semua. Mereka hanya memberi kita kertas  bergambar pahlawanan dengan beberapa angka nol, tapi kita memberikan seluruh kekayaan riil kita padanya.....
Kita memberikan seluruh tenaga, waktu, pikiran, serta seluruh kegiatan produktif lainnya pada mereka. Sebenarnya kita selalu bekerja untuk mereka..... Kitalah yang bekerja, dan merekalah yang menikmati semua kekayaan yang ada......
Para bankir lah yang kaya raya...... selama ini kita telah mentransfer seluruh kekayaan riil kita pada mereka....
Seperti  itulah... !!!
Mengapa selama ini kita bisa sebodoh itu....?
Ingat, selama ini kita bersekolah dari generasi ke generasi bukanlah untuk menjadi terpelajar, tapi terdidik. Terdidik untuk apa....? Terdidik untuk bekerja.... itulah yang mereka inginkan.....
Jika sampai disini masih muncul bantahan dalam benak anda, itulah pola pikir "monyet dalam kandang" yang tidak mau mengambil pisang, dan akan berusaha menghalangi monyet yang akan mengambil pisang..... Masing ingat tentang monyet dalam kandang....?
Pola pikir "monyet dalam kandang" itu terbentuk tanpa kita sadari......
Apa alasannya membantah....? Pola pikir "monyet dalam kandang" itu tidak butuh alasan, hanya karena sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini, sudah sejak dulu sistem yang ada seperti ini, dan kandang ini sungguh terasa nyaman dan wajar.....
Memang tidak terasa, karena perbudakan tersebut dilakukan dengan sistem yang halus dan mengenai semua orang. Tak terkecuali kau dan aku. Kita semua sudah terjebak dalam sistem.
Beban perbudakan itu terdistribusi merata, ringan sama dijinjing berat sama dipikul.....
Perbudakan modern ini dilakukan secara masal. Dan karena terjadi pada banyak orang sekaligus, maka bisa jadi anda menganggapnya sebagai suatu kewajaran dan tidak perlu dirisaukan.....
Tapi bagi saya tidak, ini bukanlah kewajaran..... ini adalah tirani, ini adalah kesewenang-wenangan, dan ini adalah perbudakan.... !!!
Saat banyak orang harus bekerja keras membanting tulang dalam kegiatan yang produktif dan bermanfaat demi kepentingan masyarakat. Bahkan ada yang terpaksa memulung sampah demi mendapatkan sepiring nasi, namun tetap juga kekurangan....
Sedangkan disisi lain, ada sekumpulan orang yang tidak melakukan kegiatan produktif sama sekali, justru merekalah yang paling kaya. Mereka hanya memiliki kertas yang mereka sebut uang, lalu meminjamkannya kepada masyarakat yang produktif dengan menarik bunga. Mereka telah memperbudak masyarakat....
Selama ini kita mengenal istilah buruh. Hubungan seperti apakah yang dimiliki antara buruh dengan perusahaan....? Hubungan manusiawi atau hubungan uang....? Sebagai buruh, mereka wajib bekerja, wajib meninggalkan urusan kelurga, bahkan wajib meninggalkan anak yang seharusnya masih diberi ASI....
Sebenarnya lebih penting mana, keluarga atau kerja...?
Demi apa semua itu....? Demi beberapa lembar kertas.....
Ini bukanlah kandang yang wajar....
Ini adalah tindakan yang TIDAK MANUSIAWI & TIDAK ADIL... !!!